Q : Apakah ajaran Gereja Katolik berdasarkan Alkitab?
A : Jawaban.
Jawaban:
Yoh 4:24, Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Yoh 14:6, Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Yoh 6:46-48, Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup.
Yoh 17:2, Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
Yoh 5:26, Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
Yoh 14:26, tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Yoh 6:63, Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
Mat 28:19, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.-
Dari ayat-ayat di atas, maka Yesus sebagai jalan dan kebenaran dan hidup, telah menunjukkan bahwa:
- Yesus adalah jalan menuju kepada Bapa.
- Yesus adalah kebenaran yang datang dari Bapa.
- Yesus adalah roti hidup; Roh Kudus adalah Roh yang memberi hidup, yang berasal dari Bapa dan Yesus.
Mat 23:9-10, Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
—
Gereja Katolik meyakini bahwa hanya ada satu Allah saja, yang hadir dalam tiga pribadi: Allah Bapa; Yesus Sang Putera; dan Roh Kudus. Keyakinan-keyakinannya terangkum dalam Kredo Nicea, dan dirinci dalam Katekismus Gereja Katolik. Kredo Nicea juga merupakan pusat pernyataan keyakinan dari denominasi-denominasi Kristen lainnya. Pertama-tama adalah umat Kristen Ortodoks Timur, yang keyakinan-keyakinannya mirip dengan keyakinan-keyakinan umat Katolik Roma (Ritus Barat), perbedaan utamanya terletak dalam hal infalibilitas kepausan, klausa filioque, dan Maria dikandung tanpa noda, karena sebelumnya, Gereja Ortodoks Timur berada dalam persekutuan dengan Gereja Latin sebelum Skisma Timur–Barat tahun 1054, dan dengan gereja-gereja Oriental selama kuartal pertama sejarahnya.
Berbagai denominasi Protestan bervariasi dalam keyakinan-keyakinannya, namun pada umumnya mereka berbeda dari umat Katolik dalam hal Sri Paus, Tradisi Gereja, Ekaristi, penghormatan orang-orang kudus, serta dalam isu-isu yang berkaitan dengan anugerah, perbuatan baik, dan keselamatan.
Konsili Yerusalem, yang diselenggarakan oleh para Rasul sekitar tahun 50 untuk memperjelas ajaran-ajaran Gereja, menjadi tolok ukur bagi konsili-konsili Gereja selanjutnya yang diselenggarakan oleh para pimpinan Gereja sepanjang sejarah. Konsili terakhir dalam Gereja ini adalah Konsili Vatikan kedua, yang berakhir pada 1965.
Otoritas pengajaran, tujuh sakramen
Berdasarkan janji Yesus di dalam Injil, Gereja Katolik percaya bahwa dibimbing secara berkesinambungan oleh Roh Kudus, dan oleh sebab itu terhindar dari kemungkinan kekeliruan doktrin. Gereja Katolik mengajarkan bahwa Roh Kudus menyingkapkan kebenaran Allah melalui Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium. Kitab Suci, atau Alkitab Deuterokanonika Katolik, terdiri atas kitab-kitab yang sama dengan yang terdapat dalam Perjanjian Lama versi Yunani—disebut pula Septuaginta—beserta ke-27 tulisan Perjanjian Baru yang terdapat dalam Codex Vaticanus dan terdaftar dalam Surat Hari Raya yang ke-39 yang ditulis Athanasius. Seluruh kitab tersebut merupakan ke-73 Kitab Suci Katolik, berbeda dengan banyak gereja Protestan yang menggunakan 66 kitab saja. Kitab-kitab dan tulisan-tulisan yang dianggap kanonik oleh Gereja Katolik tetapi tidak dianggap kanonik oleh beberapa kelompok lainnya disebut juga kitab-kitab Deuterokanonika. Tradisi Suci terdiri atas ajaran-ajaran yang menurut keyakinan Gereja telah diwarisi dari zaman para Rasul. Kitab Suci beserta Tradisi Suci bersama-sama disebut “deposit iman” (Bahasa Latin: depositum fidei). Deposit iman ini nantinya diputuskan oleh wewenang Magisterium (dari kata magister dalam bahasa Latin yang artinya “guru”), otoritas pengajaran Gereja Katolik, yang—melalui suksesi apostolik—dilaksanakan oleh Sri Paus dan uskup-uskup yang berada dalam kesatuan dengan Sri Paus. Magisterium mempunyai wewenang yang telah diwariskan untuk mengajar iman kepada umat gereja Katolik berdasarkan Alkitab (tertulis) dan melanjutkan pelaksanaan tradisi kekristenan (lisan).-2 Tesalonika 2:15.
Menurut Konsili Trente, Yesus melembagakan tujuh sakramen dan mempercayakannya kepada Gereja. Ketujuh sakramen tersebut adalah Pembaptisan, Krisma, Ekaristi, Rekonsiliasi (Sakramen Pengakuan Dosa), Minyak Suci (atau Sakramen “Pengurapan Orang Sakit”), Imamat, dan Pernikahan. Sakramen-sakramen adalah ritual-ritual kasatmata yang penting artinya, dan yang oleh umat Katolik dipandang sebagai tanda-tanda kehadiran Allah serta saluran-saluran yang efektif dari anugerah Allah kepada orang-orang yang menerima sakramen-sakramen tersebut dengan disposisi yang sesuai (ex opere operato). [disposisi: pendapat seorang pejabat mengenai urusan yang termuat dalam suatu surat dinas, yang langsung dituliskan pada surat yang bersangkutan atau pada lembar khusus].
–sumber: Wikipedia-Gereja Katolik Roma.