Q : Bagaimana Gereja Katolik menjaga ajaran-ajaran Kristus?
A : Jawaban.
Jawaban:
Saudara-saudariku, Tuhan itu menginginkan supaya banyak manusia bisa masuk surga. Nah persoalannya, bagaimana cara Tuhan menyampaikannya kepada manusia? Jika tidak disampaikan caranya, tidak mungkin manusia bisa mengerti. Kita harus sadar terlebih dahulu bahwa Allah adalah MahaKasih. Karenanya, Ia ingin supaya manusia, kita semua ini, bisa selamat dan mengerti pengetahuan akan kebenaran. Bagi orang katolik, sudah tidak bisa ditawar lagi bahwa kebenaran itu adalah “Yesus Kristus”, karena Dialah kepenuhan wahyu Allah.

“Allah menghendaki semua manusia selamat dan sampai pada pengetahuan akan kebenaran, yakni Yesus Kristus.”
Cara untuk melihat warta keselamatan Allah sbb;
Allah menyelamatkan manusia melalui Yesus Kristus dalam Roh Kudus. Lalu Yesus Kristus mengutus murid-muridNya untuk memberitakan injil sampai ke ujung dunia. Dalam injil Matius 28:19 disebutkan: Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Warta keselamatan Allah itulah yang sampai kepada kita semua ini melalui tradisi apostolik. Pesan Yesus Kristus diwariskan turun-temurun, mulai dari para rasul, penerus-penerusnya, para uskup, dan akhirnya sampai kepada kita hingga akhir dunia.
“Warta keselamatan Allah sampai kepada manusia melalui Tradisi Apostolik.”
Penerusan pesan Kristus ini, terjadi melalui dua cara yakni;
- Tradisi Lisan:
Kita tahu bahwa para rasul dahulu masih menggunakan bahasa lisan untuk mewartakan Kristus. Para rasul kemudian memiliki pengganti-penggantinya. Mereka ini mempunyai kedudukan untuk mengajar. Inilah yang disebut Tradisi Suci. - Tradisi Tulisan:
Seiring perkembangan jaman, lalu muncul-lah bahasa tulisan. Warta lisan yang dipakai para rasul atas ilham Roh Kudus, mulai dikumpulkan dan dijadikan buku. Hasil tulisan yang diilhami Roh Kudus ini disebut sebagai Kitab Suci, yaitu pengumpulan tradisi lisan atas ilham Roh Kudus menjadi buku.-(2 Tesalonika 2:15).
Ada yang bilang injil diselewengkan, jika ada yang berkata demikian kita hanya bisa tertawakan saja karena itu benar-benar salah kaprah. Tahukah jika di dalam gereja ada “Magisterium”. Di dalam gereja itu ada “Kuasa Mengajar Gereja”. Mereka adalah pengganti Rasul Petrus, yaitu Uskup Roma dan para Uskup yang ada dalam kesatuan dengannya, jadi tidak diperkenankan untuk secara sembarang dalam menafsirkan ajaran-ajaran injil. Tugas magisterium itu menginterpretasikan ajaran-ajaran injil sesuai dengan maksud aslinya.

“Tugas magisterium adalah menginterpretasikan ajaran-ajaran injil sesuai dengan maksud aslinya dan meneruskannya kepada Gereja.“
Kita sekarang telah paham bahwa kebenaran gereja Katolik itu dijaga oleh Tiga Pilar Kebenaran Gereja Katolik, yaitu:
- Tradisi Suci
- Kitab Suci
- Magisterium (Kuasa Mengajar Gereja).
Jika demikian kita tidak perlu ragu-ragu, bahwa kebenaran wahyu Allah ada dalam Gereja.
-sumber: komsoskeuskupanagungsemarang.