DOA-DOA DASAR
TANDA SALIB:
Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin.–
DOA AKU PERCAYA (Pengakuan Iman-I: Syahadat Para Rasul); (Buku Puji Syukur no. 1)
Aku percaya akan Allah, Bapa yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan bumi. Dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang Tunggal, Tuhan kita. Yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perawan Maria. Yang menderita sengsara, dalam pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat dan dimakamkan. Yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati. Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa. Dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang Kudus, Persekutuan para Kudus, Pengampunan dosa, Kebangkitan badan, Kehidupan kekal. Amin.–
DOA AKU PERCAYA (Pengakuan Iman-II); (Buku Puji Syukur no. 2)
Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan; dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal. Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa; segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. Ia turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita. Ia dikandung dari Roh Kudus, Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia. Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus; Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan. Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci.
Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa. Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati; kerajaan-Nya takkan berakhir. Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa dan Putera,
disembah dan dimuliakan; Ia bersabda dengan perantaraan para nabi. Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati
dan hidup di akhirat. Amin.–
DOA BAPA KAMI (Buku Puji Syukur no. 10):
Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu, Datanglah kerajaan-Mu, Jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. [Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya. Amin.]–
DOA KEMULIAAN (Buku Puji Syukur no. 13):
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad,
Amin.–
DOA SALAM MARIA (Buku Puji Syukur no. 14):
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,
terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini
sekarang dan waktu kami mati.
Amin.–
DOA MALAIKAT TUHAN (Buku Puji Syukur no. 15);
Doa ini dibawakan pada pagi (pukul 06.00), siang (pukul 12.00), dan petang (pukul 18.00).
Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan, bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus.
Salam Maria…Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.
Salam Maria…Sabda sudah menjadi daging, dan tinggal diantara kita.
Salam Maria…Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah, supaya kami dapat menikmati janji Kristus. Marilah berdoa. (Hening)
Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia; curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya karena sengsara dan salib-Nya, kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami. (Amin.)–
DOA RATU SURGA (Buku Puji Syukur no. 16);
Doa ini diucapkan pada pagi (pukul 06.00), siang (pukul 12.00), dan petang (pukul 18.00).
Ratu Surga bersukacitalah, Alleluya, sebab Ia yang sudi kaukandung, Alleluya,
telah bangkit seperti yang disabdakan-Nya, Alleluya! Doakanlah kami pada Allah, Alleluya! Bersukacitalah dan bergembiralah, Perawan Maria, Alleluya,
sebab Tuhan sungguh telah bangkit, Alleluya!
Marilah berdoa. (Hening)
Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Kami mohon: perkenankanlah kami bersukacita dalam kehidupan kekal bersama bunda-Nya, Perawan Maria. Demi Kristus, pengantara kami. (Amin.)–
KIDUNG ZAKHARIA (Buku Puji Syukur no. 17);
Terpujilah Tuhan, Allah Israel, * sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya. Ia mengangkat bagi kita seorang Penyelamat yang gagah perkasa, *
putra Daud hamba-Nya. seperti dijanjikan-Nya dari sediakala *
dengan pengantaraan para nabi-Nya yang kudus, untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita * dan dari tangan semua lawan yang membenci kita;
untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita * dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus. Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita, * akan membebaskan kita dari tangan musuh, agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut * dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup. Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang
mahatinggi, * sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya,
untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya, * berkat pengampunan dosa mereka. Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan; *
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang, untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut * dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera. Kemuliaan…
KIDUNG MARIA (Buku Puji Syukur no. 18);
Aku mengagungkan Tuhan, * hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku, * hamba-Nya yang hina ini. Mulai sekarang aku disebut yang bahagia, * oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa; *
kuduskanlah nama-Nya. Kasih sayang-Nya turun-temurun * kepada orang yang takwa. Perkasalah perbuatan tangan-Nya: * diceraika-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya. Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta; *
yang hina dina diangkat-Nya. Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan; *
orang kaya diusirnya pergi dengan tangan kosong. Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, * Allah telah menolong Israel, hamba-Nya. Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya * untuk selama-lamanya. Kemuliaan…
KIDUNG SIMEON (Buku Puji Syukur no. 19);
Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang *
dalam damai sejahtera menurut sabda-Mu.
Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu *
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa:
Cahaya untuk menerangi para bangsa, *
dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.
Kemuliaan…
TERPUJILAH (Buku Puji Syukur no. 20);
Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yusuf, sekarang dan selama-lamanya. (Amin.)–
DOA IMAN (Buku Puji Syukur no. 21);
Allah yang esa, Engkau telah menciptakan semesta alam, Aku percaya bahwa Engkau adalah Bapa yang pengasih dan penyayang; Engkau sungguh mengsihiku; Engkau telah mengutus Yesus, Putra-Mu yang tunggal, yang telah menjadi manusia, wafat, dan bangkit untuk keselamatanku. Engkau telah mengutus pula Roh Kudus pemberi hidup. Dia berasal dari Bapa dan Putra. Dia telah dicurahkan ke atasku, dan berdiam di dalam diriku, sehingga aku menjadi bait Allah. Dialah penolong sejati, yang membimbing aku kepada seluruh kebenaran.
Ya Bapa, berilah aku iman yang hidup, dan jadikanlah aku berani menjadi saksi-Mu di hadapan sesama manusia sepanjang hayatku. Ya Allah, tambahkanlah selalu imanku. (Amin.)–
DOA HARAPAN (Buku Puji Syukur no. 22);
Allah, Bapa di surga, kasih setia-Mu kekal abadi. Engkaulah tumpuan hidup dan harapanku. Tanamkanlah dalam hatiku perharapan yang teguh akan kasih dan kebaikan-Mu; pengharapan yang menjiwai seluruh hidup Putra-Mu Yesus Kristus. Berikanlah aku pengharapan yang kuat karena yakin bahwa Engkau selalu besertaku. Semoga aku selalu menyadarkan diri kepada-Mu dalam suka dan duka. Aku mohon pengharapan yang teguh supaya aku tidak mudah putus asa dalam penderitaan dan kekecewaan.
Bapa, semoga pengharapan yang kuat selalu menjiwai seluruh hidupku. Dalam pengharapan itu aku akan membangun hidup dan masa depanku. Dalam pengharapan itu pula aku percaya akan memperoleh hidup abadi bersama Engkau. Ya Allah, teguhkanlah pengharapanku. (Amin.)–
DOA KASIH-I (Buku Puji Syukur no. 23);
Allah, sumber segala kasih, Engkau mengutus Putra-Mu, Yesus Kristus, agar kasih-Mu menjadi nyata dalam hidupku, dan semakin dikenal oleh banyak orang. Santo Yohanes telah mengajarku, “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”
Semoga karena karunia kasih-Mu itu, aku mampu mengasihi Engkau lebih dari segala sesuatu, dengan segenap hati, segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatan.
Karena mengasihi Engkau, semoga aku pun mengasihi orang lain sebagaimana aku mengasihi diriku sendiri. Ya Allah, kobarkanlah selalu kasihku. (Amin.)–
DOA KASIH-II (Buku Puji Syukur no. 24);
Aku mengasihi Engkau, ya Allah, dengan segenap hati, dengan seutuh jiwa,
dan dengan segala kemampuan, sebab Engkau adalah Kasih.
Bantulah aku mewujudkan kasih akan Dikau dengan mengasihi sesama seperti aku mengasihi diriku sendiri. Karena dorong kasih-Mu, semoga aku mengasihi Yesus, Putra-Mu terkasih, dan mendengarkan sabda-Nya. Berilah aku rahmat supaya dapat melaksanakan perintah-perintah-Nya, yakni mengasihi saudara-saudaraku, sebagaimana Yesus sendiri telah mengasihi aku.
Semoga Roh Kudus, yang telah Kau curahkan ke atasku, menyingkirkan dari hatiku kedengkian, iri hati dan dendam. Ya Bapa, semoga aku hidup dalam kasih dengan semua orang, supaya dunia mengetahui bahwa aku ini milik-Mu. (Amin.)–
DOA TOBAT-I (Buku Puji Syukur no. 25);
Allah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Aku sungguh patut Engkau hukum, terutama karena atu telah tidak setia kepada Engkau yang maha pengasih dan mahabaik bagiku.
Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi. Allah yang maha-murah, ampunilah aku, orang berdosa. (Amin.)–
DOA TOBAT-II (Buku Puji Syukur no. 26);
Ya Allahku, Engkaulah yang harus kukasihi lebih dari segala sesuatu. Aku menyesal sungguh atas dosa-dosaku. Dengan sengaja aku berbuat salah dan tidak mau berbuat baik. Aku telah berdosa terhadap Engkau.
Dengan pertolongan rahmat-Mu, aku berniat teguh untuk bertobat, dan untuk tidak berdosa lagi. Berilah aku kekuatan untuk menghindari apa saja yang menjerumuskan aku ke dalam dosa.
Ya Allah, kasihanilah aku, dalam nama Yesus Kristus, Juruselamatku, yang telah menderita sengsara dan wafat bagiku. (Amin.)–
SYUKUR ATAS PENGAMPUNAN (Buku Puji Syukur no. 27);
Allah yang maharahim, Engkau tidak menghendaki kematian orang berdosa. Sebaliknya Engkau menghendaki supaya kami bertobat dan hidup. Maka Engkau mengundang orang berdosa supaya bertobat, dan kepada kami yang bertobat Engkau melimpahkan pengampunan. Kesalahan kami Engkau hapuskan, dan dosa kami tidak Kauingat lagi. (Amin.);
Terima kasih, ya Allah, atas pengampunan yang Kauberikan kepada kami. Semoga sukacita di surga karena satu orang berdosa bertobat juga menjadi sukacita kami. Semoga sukacita pengampunan ini, mendorong kami selalu hidup rukun dan damai dengan seluruh umat-Mu.
Ya Allah, perkenankanlah kini kami pergi dalam damai, dan selalu ingat akan sabda Putra-Mu yang menghendaki kami tidak berbuat dosa lagi. (Amin.)–
MADAH “ALLAH TUHAN KAMI” (Te Deum) – (Buku Puji Syukur no. 28);
Allah Tuhan kami, * Engkau kami puji dan kami muliakan.
Bapa yang kekal abadi, * seluruh bumi bersembah sujud pada-Mu.
Bagi-Mu semua malaikat bermadah, * seluruh isi surga bernyanyi.
Bagi-Mu kerubin dan serafim * tak kunjung putus melambungkan pujian:
Kudus, kudus, kuduslah Tuhan * Allah segala kuasa.
Surga dan bumi * penuh kemuliaan-Mu.
Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur, * rombongan para nabi berbakti.
Kepada-Mu barisan para martir berkorban * dengan mempertaruhkan nyawa.
Kepada-Mu Gereja kudus beriman, * tersebar di seluruh dunia.
Ya Bapa yang mahakuasa,* pencipta semesta alam.
Putra sejati yang terpuji, * Putra Bapa yang tunggal.
Roh Kudus, cahaya mulia, * penghibur umat beriman.
Engkaulah raja agung, ya Kristus, * Engkaulah Putra Allah yang hidup.
Engkau sudi dikandung Santa Perawan, * menjadi manusia demi keselamatan kami.
Engkau mematahkan belenggu maut, * membuka pintu kerajaan surga bagi kami.
Engkau bertakhta mulia di sisi Bapa, * mengadili umat manusia.
Kami mohon lindungilah hamba-hamba-Mu,* yang Kautebus dengan darah-Mu sendiri. Sambutlah kami bersama para kudus * dalam kemuliaan abadi.
Bagian madah di bawah ini dapat dihilangkan.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, * dan berkatilah milik pusaka-Mu.
Bimbinglah kami semua * dan muliakanlah untuk selamanya.
Setiap hari kami meluhurkan Dikau, * kami memuji nama-Mu sepanjang masa.
Ya Tuhan, sudilah menjaga kami, * agar senantiasa luput dari dosa.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, * kasihanilah kami.
Kepada-Mu kami percaya, ya Tuhan, * kami takkan kecewa selama-lamanya.—
DOA DALAM LINGKARAN HARIAN GEREJA;-dalam Doa-Doa Liturgi.
DOA (IBADAT) PAGI; DOA (IBADAT) SORE; DOA (IBADAT) MALAM.
DOA DALAM LINGKARAN MINGGUAN GEREJA;-dalam Doa-Doa Liturgi.
BACAAN INJIL & RENUNGAN; DOA (IBADAT); DOA PERSATUAN ANGGOTA TUBUH KRISTUS. Ibadat Hari Minggu adalah pangkal segala pesta, hari sukacita dan bebas dari kerja. Minggu adalah juga hari kebersamaan keluarga dan hari pertemuan jemaat.
DOA DALAM LINGKARAN TAHUN GEREJA;
DOA MASA ADVEN (Buku Puji Syukur no. 86);
Ya Allah, Bapa yang mahakudus kami bersyukur ke hadirat-Mu, karena lewat masa penantian ini Engkau menjanjikan Juruselamat yakni Yesus Kristus Putra-Mu. Kedatangan-Nya dinubuatkan oleh para nabi dan dinantikan oleh Perawan Maria dengan cinta mesra. Dialah Adam baru yang memulihkan persahabatan kami dengan Dikau. Ia menolong yang lemah, dan menyelamatkan yang berdosa.
Ia membawa damai sejati bagi kami dan membuat semakin banyak orang mengenal Engkau, dan berani melaksanakan kehendak-Mu. Ia datang sebagai manusia biasa, untuk melaksanakan rencana-Mu dan membukakan jalan keselamatan bagi kami. Pada akhir zaman Ia akan datang lagi dengan semarak dan mulia untuk menyatakan kebahagiaan yang kami nantikan.
Kami mohon kelimpahan rahmat-Mu, agar selama hidup di dunia ini kami selalu siap siaga dan penuh harap menantikan kedatangan-Nya yang mulia, agar pada saat Ia datang nanti, kami Kau perkenankan ikut berbahagia bersama Dia dan seluruh umat kesayangan-Mu. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa. (Amin.)–
DOA MASA NATAL (Buku Puji Syukur no. 87);
Allah Bapa di surga, kami memuji Engkau dan bersyukur kepada-Mu karena sabda-Mu yang menjadi manusia dengan lahir ditengah-tengah kami. Ia menjadi manusia lemah agar kami yang rapuh dan fana ini diurapi oleh daya ilahi yang abadi.
Dengan kelahiran-Nya di dunia ini, Engkau yang tak dapat dilihat kini kelihatan sebagai manusia seperti kami, dan cahaya keselamatan-Mu bersinar ditengah kami, mengusir kegelapan yang menguasai kami.
Curahkanlah rahmat-Mu, agar kami yang kini merayakan misteri inkarnasi berani menjadi pembawa damai bagi sesama, dan dengan demikian kami pun menjadi sarana inkarnasi-Mu di tengah-tengah mereka. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. (Amin.)–
DOA MASA PRA-PASKAH (Buku Puji Syukur no. 88);
Allah Bapa yang mahabaik, kami bersyukur kepada-Mu atas Masa Prapaskah yang Kau anugerahkan kepada kami. Lewat Masa Prapaskah ini Engkau mengingatkan kami untuk menyadari segala kebaikan-Mu. Selama Masa Prapaskah ini Engkau melimpahkan rahmat untuk menyegarkan iman kami. Engkau mengajak kami untuk bertobat, menyesali kekurangan dan dosa-dosa kami. Engkau mendorong kami untuk melepaskan diri dari belenggu nafsu yang menyesatkan. Engkau mengajar kami untuk hidup sederhana, mensyukuri segala anugerah-Mu, dan membantu orang-orang yang menderita. Selama Masa Prapaskah ini Engkau membimbing para calon baptis yang akan bersatu dengan kami melalui Sakramen Baptis. Dan sambil mendampingi mereka, kami pun Kau ajak menyegarkan rahmat Baptisan yang pernah kami terima dari-Mu. Semoga karena rahmat-Mu yang Kau limpahkan selama Masa Prapaskah ini kami semakin Suci, semakin bersatu sebagai umat kesayangan-Mu, dan berani meneladan Yesus Putra-Mu yang rela menderita sengsara, wafat, dan bangkit untuk menyelamatkan kami. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa. (Amin.)–
DOA MASA PASKAH (Buku Puji Syukur no. 89);
Allah Bapa yang mahabaik, kami bersyukur kepada-Mu karena Yesus Kristus telah bangkit dari Kubur. Dengan kebangkitan-Nya Kau tumbuhkan semangat dan harapan baru dalam hati kami; umat baru Kau ciptakan, dan pintu surga Kau buka bagi kami. Melalui kebangkitan-Nya kuasa dosa Kau hancurkan, kami Kau damaikan dengan Dikau dan sesama, dan alam semesta yang porak poranda Kau pugar kembali. Dengan kenaikan-Nya Ia merintis jalan ke surga bagi kami, dan menyediakan tempat bagi kami. Semoga karena rahmat kebangkitan-Nya kami menjadi manusia baru, yang penuh harapan, yang gigih melawan dosa dan kejahatan, yang setia mengikuti kehendak-Mu, dan tak gentar akan derita salib. Demi Yesus Kristus, pengantara Kami, kini dan sepanjang masa. (Amin.)–
DOA-DOA DEVOSI KEPADA YESUS KRISTUS (no.200-221).-dalam Liturgi Jumat Agung;
- JALAN SALIB (dilaksanakan pagi hari)
- KEBAKTIAN PERAYAAN EKARISTI
- DOA TERPUJILAH ALLAH (no.205)
- PENYERAHAN DIRI KEPADA YESUS KRISTUS (no.206)
- DOA SILIH KEPADA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS (no.207)
- LITANI NAMA YESUS YANG TERSUCI (no.208)
- LITANI HATI YESUS YANG MAHAKUDUS (no.209)
- DOA JIWA KRISTUS (no.212)
DOA NOVENA ROH KUDUS (Buku Puji Syukur no. 90);
Doa Novena Roh Kudus dilaksanakan selama 9 hari, mulai pada hari sesudah Kenaikan Tuhan Yesus ke surga dan berakhir pada hari Sabtu menjelang Pentakosta. Doa ini dilaksanakan dengan urutan sebagai berikut (hari ke-1 sampai hari ke-9):
- DOA PEMBUKAAN; DOA ROH KUDUS (no.94) atau DOA PENERANGAN ROH KUDUS (no.147);
- PEMBACAAN KITAB SUCI & RENUNGAN;
- DOA MOHON TUJUH KARUNIA ROH KUDUS (no. 93);
- DOA BAPA KAMI (no.10);
- DOA PENUTUP NOVENA ROH KUDUS (no.92).
DOA LITANI AGUNG (KEPADA ORANG KUDUS);
- Litani Orang Kudus (no.128): doa untuk seruan nama-nama orang kudus pelindung gereja.
- Doa Rosario (no.213): doa untuk karya Kristus di dunia.
- Litani Santa Perawan Maria (no.214): doa untuk Bunda Allah.
- Litani Santo Yusuf (no.219): doa untuk St. Yusuf.
- Novena Tiga Salam Maria (no.215): doa untuk Bunda Allah, yang dipanjatkan sesudah sakramen pengampunan dan sakramen ekaristi, disertai dengan berpuasa dan berpantang.
- Penyerahan kepada Maria (no.216): doa untuk membuka jalan iman bagi mereka yang belum mengenal Putra Allah.
- Mohon Doa Santo/Santa Pelindung (no.217): doa untuk santo/santa pelindung agar selalu membimbing umat di jalan kebaikan, dan menjadi teladan hidup bagi mereka yang telah menyandang nama kudus.
- Mohon Doa Malaikat Pelindung (no.218): doa untuk malaikat pelindung agar selalu membimbing umat di jalan kebaikan.
- Doa penyerahan-‘Charles de Foucauld’ (no.220): doa untuk persembahan hidup kepada Bapa.
DOA-DOA DALAM TATA PERAYAAN EKARISTI;
Perayaan Ekaristi merupakan kebaktian utama yang diselenggarakan sesuai dengan tata perayaan ekaristi di Gereja Katolik (Ibadah bersama).
Ibadah bersama dimulai dengan Perarakan Masuk;
Pastor (Imam) dan petugas lainnya menuju altar diiringi lagu pembukaan, instrumen, atau antifon pembukaan. Setibanya di altar, Pastor (Imam) mencium altar memberikan penghormatan dan umat turut serta menyatakan penghormatan.
DOA DALAM PEMBUKAAN PERAYAAN EKARISTI;
Pastor membuka perayaan Ekaristi dengan memimpin: Tanda Salib.
Perayaan Ekaristi diawali dengan Pastor memberi salam: “Tuhan bersamamu” (Dominus vobiscum) dan dijawab umat dengan: “Dan bersama rohmu” (Et cum spiritu tuo).
Pernyataan Tobat dan Pernyataan “Tuhan Kasihanilah Kami’.
Pujian kepada Yesus dan memohon belas kasih-Nya yang disertai dengan Pernyataan ‘Tuhan Kasihanilah Kami’.
Pastor mengakhiri pembukaan dengan seruan: “Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal” yang dijawab umat dengan: “Amin”.
DOA DALAM PERSIAPAN PERSEMBAHAN (PREFASI);
- Wakil-wakil umat menghantar bahan-bahan persembahan: roti dan anggur yang akan dikuduskan, dan persembahan lain untuk keperluan Gereja. Roti hosti terbuat dari gandum tanpa ragi, diletakkan dalam piala, diletakkan di atas patena dan ditutup dengan korporal. Anggur, dipersembahkan dalam ampul terpisah dengan air.
- Pastor mengajak umat berdoa bersama: “Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari bumi dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan” dan umat menjawab: “Terpujilah Allah selama-lamanya”.
- Pastor mengangkat piala berisi campuran air dan anggur sambil mengucapkan: “Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari pohon anggur dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi minuman rohani” dan umat menjawab “Terpujilah Allah selama-lamanya”.
- Pada misa hari raya Pastor mendupai persembahan dan altar. Diakon (atau petugas lain) membantu untuk mendupai Pastor dan umat.
- Doa Persiapan Persembahan; Pastor mengucapkan doa persembahan setelah mengajak umat dengan seruan: “Berdoalah, saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa” dan umat menjawab: “Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus”.
DOA SYUKUR AGUNG;
Doa Syukur Agung dimulai dengan ‘prefasi‘ yang diawali dengan salam: “Tuhan bersamamu” (Dominus vobiscum) dan dijawab umat dengan: “Dan bersama rohmu” (Et cum spiritu tuo) dan dilanjutkan dengan ‘arahan‘: “Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan” yang dijawab dengan: “Sudah kami arahkan” dan dilanjutkan dengan ‘bersyukur‘: “Marilah bersyukur kepada Allah Tuhan kita” yang dijawab dengan: “Sudah layak dan sepantasnya”.
Prefasi selanjutnya dinyanyikan/didoakan oleh Pastor dan disambung dengan syair aklamasi Kudus dengan seruan: “Kami melambungkan madah kemuliaan dengan tak henti-hentinya bernyanyi/berdoa”;
KUDUS: “Kudus” atau “Sanctus” dapat diucapkan atau dinyanyikan.
Perayaan Perjamuan Terakhir (Konsekrasi): “Terimalah dan makanlah. Inilah TubuhKu yang diserahkan bagimu” dan “Terimalah dan minumlah. Inilah piala darahKu, darah perjanjian baru dan kekal yang ditumpahkan bagimu dan semua orang demi pengampunan kekal. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Aku.”–
Penutupan Doa Syukur Agung;
Pastor mengangkat piala dan hosti sambil mengucapkan: “Dengan pengantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa” dan umat berkata: “Amin”.–(TPE 2005).
—dilanjutkan dengan DOA BAPA KAMI.–
DOA DAMAI– dalam Liturgi Ekaristi;
Pastor menghaturkan doa damai kepada umat: “Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa”, umat menjawab: Amin.– Kemudian Imam mengucapkan “Damai Tuhan bersamamu” atau “Damai Tuhan besertamu”, umat menjawab: “Dan bersama rohmu” atau “Dan sertamu juga” dan diikuti dengan memberikan salam damai, menjabat tangan orang-orang yang ada di sekitar.
Pemecahan Hosti;
Pemecahan Hosti diiringi seruan lagu “Anak Domba Allah” atau “Agnus Dei“.
Doa dalam Persiapan dan Penerimaan Tubuh dan Darah Kristus;
Komuni diawali dengan Pastor mengangkat tinggi hosti dan piala anggur yang telah dikonsekrasikan sambil mengucapkan: “Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuannya”, dan umat menjawab: “Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh”, kemudian Imam berkata: “Tubuh dan Darah Kristus”, dan ditanggapi oleh umat dengan berkata: “Amin”. (dilanjutkan dengan Doa Sebelum komuni);–
Selanjutnya Pastor menerima komuninya, kemudian memberikannya pada pelayan / petugas pembagi komuni, kemudian kepada para petugas altar dan misdinar, dan kemudian kepada umat lainnya.
–Umat dapat menerima komuni dalam satu rupa (roti) atau dua rupa (roti dan anggur) dalam kesempatan khusus. Ajaran iman Gereja Katolik mengajarkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara satu rupa maupun dua rupa. Dalam Tubuh Kristus terdapat pula Darah Kristus.
Pembagi komuni akan mengucapkan: “Tubuh Kristus” (Corpus Christi) dan penerima komuni menjawab: “Amin”. (Amen).-dengan sikap hormat.
Setelah selesai komuni, Pastor membersihkan patena dan piala dengan purifikatorium. Umat dapat mendoakan/menyanyikan madah pujian sesudah komuni. (dilanjutkan dengan Doa Sesudah Komuni);–dan dilanjutkan dengan Pembacaan pengumuman gereja.
DOA DALAM PENUTUPAN PERAYAAN EKARISTI;
Berkat dan Pengutusan.
1. Berkat diawali dengan Pastor memberi salam: “Tuhan bersamamu” atau “Tuhan sertamu” (Dominus vobiscum) dan dijawab umat dengan: “Dan bersama rohmu” atau “Dan sertamu juga” (Et cum spiritu tuo), “Amin”.
Pastor merentangkan tangan ke arah umat dan memberkati dengan tanda salib dengan seruan: “Semoga Saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa: Bapa, Putra dan Roh Kudus” sementara umat membuat tanda salib dan menjawab: “Amin”. Kemudian Pastor mengatakan: “Saudara sekalian, Perayaan Ekaristi sudah selesai”, lalu umat berkata: “Syukur kepada Allah”.
2. Pengutusan oleh Pastor kepada umat: “Marilah pergi! Kita diutus.”, yang dijawab umat dengan: “Amin”. Inilah perutusan Ekaristi yang berarti kesediaan untuk membagikan hidup kepada sesama. Bukan karena umat baik atau ingin baik, melainkan karena umat telah lebih dahulu diberi Hidup oleh Allah yang telah dibagikan melalui Perayaan Ekaristi yang telah dirayakan.
Perarakan keluar;
Seluruh umat memberi hormat kepada altar. Pastor (Imam) dan para pelayan meninggalkan altar, dan diarak dengan diringi nyanyian atau lagu ataupun secara instrumental.
DOA SEBELUM KOMUNI (no.210);–doa pribadi umat sebelum menerima komuni.
Ya Allah, bagaikan rusa merindukan sungai, demikianlah hatiku rindu pada-Mu. Hatiku haus akan Dikau, Allah yang hidup. Tuhan Yesus Kristus, seperti kerinduan pemazmur akan Allah yang hidup, demikianlah hatiku rindu akan Tubuh dan Darah-Mu, akan Dikau sendiri. Maka sudilah Engkau datang, bersemayamlah di dalam hatiku. Jadikanlah aku kemah kediaman-Mu sendiri. Tuhan, sucikanlah hatiku, agar pantas menyambut-Mu. Semoga kehadiran-Mu memberikan kekuatan untuk mengamalkan amanat kasih-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. (Amin.)–
DOA SESUDAH KOMUNI (no.211);–doa pribadi umat sesudah menerima komuni.
Tuhan Yesus Kristus, selamat datang di hatiku. Kini Engkau sungguh tinggal dalam aku dan aku tinggal dalam Dikau, seperti sabda-Mu sendiri: Yang makan Tubuh-Ku tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia.
Tuhan, Engkaulah roti hidup yang turun dari surga. Aku percaya akan sabda-Mu: Jikalau seseorang makan dari roti ini, dia akan hidup selama-lamanya.
Tuhan, karena Tubuh-Mu adalah satu, sudilah Engkau mempersatukan semua yang menyambut Tubuh dan Darah-Mu, agar mereka semua sungguh bersatu dan mewujudkan diri sebagai Tubuh-Mu sendiri, yakni jemaat. Semoga mereka semua bersatu seperti yang Engkau dambakan, yakni seperti Engkau sendiri bersatu dengan Bapa.
Tuhan, lewat Tubuh-Mu ini berilah kami semangat persaudaraan yang sejati, sehingga dalam hidup sehari-hari kami semua selalu berjuang untuk membangun jemaat-Mu menjadi Tubuh-Mu yang hidup, yang bersatu padu dalam semangat kasih. (Amin.)–
DOA-DOA LAINNYA;
- Doa Pribadi (Buku Puji Syukur hal.157; no.129-154).
- Doa untuk Keluarga (Buku Puji Syukur no.169).
- Doa untuk Jemaat (Buku Puji Syukur no.170-192).
- Doa untuk Masyarakat (Buku Puji Syukur no.193-199).
- Doa ‘Jadikanlah aku pembawa damai’ (Buku Puji Syukur no.221).
-sumber: Buku Puji & Syukur; Wikipedia.