Q : Apa itu Manusia?
A : Jawaban.
Jawaban:
Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.
Manusia menurut Alkitab adalah digambarkan dari permulaan Allah menciptakan manusia pertama di muka bumi. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Di dalam ayat disebutkan juga bahwa Allah berbicara menggunakan kata dalam bentuk jamak yaitu “Kita”, yang berarti Allah tidak seorang diri tetapi bersama rekan-Nya dalam proses penciptaan.
Kej 1:26, Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Ayat 27, Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ayat 28, Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Kej 2:7, ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Ayat 8, Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
Kej 2:18, TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
Kej 2:21-24;
21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
23 Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.“
24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Kej 5:1-2;
1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
Kej 3:20, Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan Allah dan ditempatkan di taman Eden. Keduanya diakui sebagai pasangan suami-isteri pertama yang menurunkan segenap keturunan manusia.
Menurut iman katolik, manusia diciptakan sebagai pasangan, yaitu pria dan wanita. Tuhan menciptakan Hawa sebagai penolong bagi Adam dan juga sepadan dengan Adam. Alkitab menggambarkan kesejajaran martabat manusia baik Pria maupun Wanita, yaitu dengan penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam: “Ketika Adam tidur, Tuhan mengambil salah satu rusuknya dan menutup tempat itu dengan daging. Lalu Tuhan membentuk rusuk itu menjadi seorang wanita.” (Kej 2:21-23) Tulang rusuk terletak di bagian tengah tubuh. Hal itu berarti Hawa sederajat dengan Adam dalam hal martabat sebagai manusia, meskipun secara jasmani keduanya berbeda satu sama lain. Kesetaraan martabat inilah yang diciptakan dan digambarkan oleh Tuhan.
—
Manusia pertama telah jatuh ke dalam dosa.
Kej 3:6, Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.
Dalam kitab kejadian digambarkan manusia pertama Adam telah jatuh ke dalam dosa. Kej 3:17, Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu.”
Hukuman dari Tuhan telah dinyatakan, karena satu pelanggaran yang dibuat Adam dan Hawa, yaitu memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
—
Penyesalan Tuhan karena kejahatan manusia.
Dikarenakan manusia pertama telah jatuh ke dalam dosa dan juga segala keturunannya pun berdosa, maka Tuhan menyesal karena kejahatan yang dilakukan manusia.
Kej 6:5-7;
5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
7 Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”
Penyesalan karena kejahatan manusia di muka bumi ini menimbulkan tindakan dari Allah yang ditulis pada ayat ke-7. Tindakan “kemurkaan” Allah itu, masih menyisakan 1 keluarga keturunan Set (lihat silsilah dalam Lukas pasal 3: “Set, anak Adam, anak Allah“), satu sisa yang saleh, yaitu Nuh. Dan tetap akan melanjutkan misi Allah dalam keselamatan manusia melalui hadirnya Sang Mesias.
—
Manusia seharusnya menjadi citra Allah.
Kejahatan manusia terus-menerus tidak mencerminkan manusia sebagai gambar dan rupa Allah yang kudus. Manusia seharusnya menjadi citra Allah atau cerminan Allah yang mulia. Dari jaman Adam sampai Musa, manusia terus-menerus berbuat dosa dan maut telah berkuasa atas mereka. Adanya perjanjian hukum Taurat yang telah diturunkan Allah melalui nabi Musa, telah diingkari oleh kaum Israel, dan hukum Taurat menjadi sia-sia karena tidak dapat menciptakan kedamaian bagi umat manusia. Kejahatan manusia timbul dimana-mana, berlangsung terus menerus, sehingga manusia dikuasai oleh dosa yang mendatangkan maut (tidak luput), juga begitu banyak manusia yang bahkan malah menyembah berhala dan memberikan persembahan untuk allah asing. Manusia berbuat kejahatan serta kekejian secara terus-menerus mengikuti hawa nafsu duniawi dan dari keinginan daging / lahiriah.
Untuk itu Allah telah menetapkan perjanjian baru kepada kaum Israel dan kaum Yehuda. Yer:31-32, Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. Ayat 33, “Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”
Rasul Paulus menjelaskan;
- roma 5:12, Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
- karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut (roma 5:15); Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (roma 3:23);
—
Penggenapan Janji Allah.
Yesus Kristus datang ke dunia untuk menggenapi perjanjian baru, Mat 5:17, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.“
Selama hidupnya, Yesus merupakan manusia dengan citra Allah yang sempurna, dikarenakan dia adalah Anak Tunggal Bapa, Firman itu sendiri, yang menciptakan dunia bersama dengan Roh Allah, yang datang bukan dari dunia, tetapi dari Allah yang Esa. Berbagai mukjizat menandai kebesaran kuasaNya jika dibandingkan dengan manusia biasa. Pikiran (akal budi) yang baik, hati yang baik, dan kehendak untuk melakukan perbuatan yang baik terutama mengasihi sesama dan menolong sesama manusia, dan juga Yesus bahkan mengampuni orang yang bersalah kepadanya (luk 23:34), dan Ia juga memberikan pengampunan dosa kepada orang lain yang telah berbuat dosa (luk 5:20, luk 7:48), hal ini semua adalah sesuai dengan kehendak Bapa. Seperti inilah seharusnya semua manusia itu memiliki citra Allah yang sempurna, kudus, dan mulia. Untuk itulah kita harus menjadi anak-anak Allah.-(1 Yoh 3:8-10; Yoh 16:26; Yoh 15:7; Gal 3:26).
—
“Manusia hidup dalam Daging” dan “Manusia hidup dalam Roh“.
Yesus berkata tentang manusia sebagai daging, Luk 12:4-5, Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. “Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!” Yesus menjelaskan bahwa tubuh manusia di dunia yang terbuat dari debu tanah tidak akan berlangsung lama atau hanya bersifat sementara, dan pastinya setelah batas waktu usia tertentu akan berujung maut / kematian. Tetapi disini Yesus menekankan bahwa adanya roh di dalam setiap tubuh manusia, yang kemudian roh itu akan dibangkitkan setelah kematian dan roh itu akan dihakimi sesuai dengan perbuatannya. Maka Yesus menegaskan untuk takutlah akan Allah. Karena pada akhirnya, Allah yang akan menghakimi setiap manusia sesuai dengan perbuatannya di dunia.
Perkataan Yesus tentang manusia sebagai daging juga telah disebutkan dalam Kej 6:3-4, Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.–Ungkapan ini menunjukkan manusia zaman itu diberi kesempatan untuk bertobat selama seratus dua puluh tahun sebelum Allah menghakimi mereka dengan banjir besar di era Nuh.
Rasul Paulus kembali menegaskan perkataan Yesus dalam 1 Kor 15:44, Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
Wahyu 20:12-13;
12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
—
Dosa manusia ditebus oleh Yesus dan manusia hidup dalam Roh;
Yesus Kristus, Putra Allah, yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa dan maut yang diwariskan Adam dan Hawa.
Rasul Paulus menjelaskan dan menegaskan kembali di ayat roma 5:18-21;
18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,
21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
roma 5:15, Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
Janji Allah sudah tergenapi. Allah adalah Mahabaik. Ia menciptakan segala sesuatu baik. Ia menciptakan manusia yang disebut amat baik. Manusia memiliki daya cipta, rasa dan karsa.
- Daya cipta: pikiran / akal budi
- Rasa: hati nurani
- Karsa: kehendak
Jika manusia hidup dalam roh yaitu menggunakan akal budi, hati nurani, dan kehendak yang positif dengan tujuan baik seperti kehendak Allah, maka manusia sungguh-sungguh menjadi citra Allah. Kita harus bersyukur atas anugerah yang diberikan itu. Syukur yang paling nyata adalah mengembangkan anugerah itu semua untuk hal-hal baik, karena buah-buah karunia roh itu adalah “kasih” dalam iman kepada Yesus Kristus (1 Kor 13:1-13; 2 Kor 1:22).