Bagaimana cara menjadi umat Katolik?

Q : Bagaimana cara menjadi umat Katolik?
A : Jawaban.

Jawaban:

1 Timotius 3:15 TB; – Jemaat Allah, Dasar, dan Penopang Kebenaran;
Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.

Kisah Para Rasul 9:31, Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Menjadi orang Katolik adalah keputusan yang berat, tetapi mudah dilakukan walau memang butuh waktu. Mudah sekali untuk mengambil langkah pertama dan masuk ke dalam institusi Kristen yang tertua di dunia ini. Gereja selalu menunggu Anda dan juga menolong Anda dalam kehidupan Anda.

  1. Introspeksi Diri
    • Membuat Keputusan: Duduklah sendiri dan renungkanlah. Menjadi orang Katolik akan mengubah hidup Anda. Ini akan jadi bagian dari diri Anda dan bukanlah sesuatu yang akan Anda lakukan secara setengah hati. Memang nanti pasti akan ada lampu-lampu gemerlap di waktu Natal, tapi itu tidak bisa jadi dasar iman Anda (walaupun memang indah kelihatannya). Cukup tahukah Anda tentang ajaran gereja Katolik untuk bisa mengatakan bahwa Anda yakin mau menjadi bagian dari agama ini? Jika jawabnya ya, Bagus! Kalau Anda kurang yakin, carilah seorang teman Katolik atau pastor yang bisa memberi Anda informasi.
    • Kepercayaan: Percayakah Anda bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat sejati? Percayakah Anda akan Trinitas yang kudus – Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus? Bagaimana dengan Bunda Maria, apakah Anda percaya beliau adalah Perawan Suci dan percayakah Anda kepada transubstansi? Transubstansi adalah perubahan dimana — menurut ajaran Gereja Katolik — roti (hosti) dan anggur yang digunakan dalam Sakramen Ekaristi menjadi, bukan hanya sebuah tanda atau simbol, tetapi juga adalah tubuh dan darah Yesus Kristus dalam kenyataan yang sebenarnya. Gereja Katolik mengajarkan bahwa substansi (dalam arti hakikat) dari roti tersebut berubah menjadi Tubuh Kristus dan substansi dari anggur tersebut menjadi Darah-Nya, namun semua hal ini yang dicerna oleh panca indra kita — atau penampilan lahiriah — tetap tidak berubah (KGK 1413). Katekismus Gereja Katolik (KGK) menyebutkan bahwa bagaimana perubahan tersebut dapat terjadi merupakan suatu misteri: “Roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus dengan suatu cara yang jauh melampaui pengertian.
    • Bacalah Alkitab dan Daftar Ikut Katekisasi
      Katekisasi adalah arahan bagi Anda dalam bentuk pertanyaan dan jawaban. Memang, Alkitab sangat kuno, tertulis secara harfiah dan sangat tebal, tetapi di dalamnya mengandung makna yang tersirat, yang harus dimengerti tentang firman Allah. Jika waktu Anda tidak banyak, bacalah Kitab Kejadian dan Kitab-Kitab Perjanjian Baru. Anda akan menangkap cerita tentang penciptaan dan mengenai Yesus. Selebihnya, bicarakanlah ketertarikan Anda kepada Pastor, atau teman Katolik untuk membantu Anda belajar memahaminya.
    • Pahamilah keadaan Anda. Jika Anda belum memiliki pengalaman dengan gereja Katolik, Anda akan dapat mengalaminya dengan menjalani sebuah proses, yaitu dengan mengikuti kelas katekisasi tersedia bagi Anak, Remaja, atau Dewasa. Dan setelah itu semua dijalankan oleh Anda dengan sungguh-sungguh, barulah Anda dapat menerima Sakramen Pembaptisan. Walaupun begitu, sebelum Anda mengikuti katekisasi atau dibaptis, Anda bisa saja langsung ikut beribadah ke gereja di hari Minggu untuk mendengarkan Sabda Tuhan. Tidak ada larangan untuk orang yang bukan Katolik datang ke gereja. Anda boleh ikut misa dengan teman Anda yang beragama Katolik.
  2. Memilih Gereja yang Tepat
    • Memilih Gereja Katolik yang terdekat dari tempat tinggal. Ini tidak terlalu susah – cari saja di lingkungan sekitar. Gedung Gereja Katolik itu ada salibnya di atas dan ada Gua Maria. Pada umumnya di Indonesia, gereja Katolik bernamakan Santo atau Santa pelindung gereja. Atau cara lain untuk mencarinya adalah melalui internet; di sana Anda bisa mencari Gereja Katolik dan alamatnya serta waktu misa/kebaktian dimulai.
    • Hadiri Misa. Gereja bukan hanya untuk orang-orang tertentu saja, jadi silahkan datang. Siapapun akan diterima dan tidak akan ditanyai macam-macam jika Anda datang. Yang Anda perlu lakukan hanya duduk, mendengarkan Sabda Tuhan, dan berdoa dalam hati, walaupun Anda belum memahami arti ibadah umat Katolik. Jika Anda datang dengan teman Anda yang Katolik mungkin dia bisa menjelaskan tentang hal-hal yang dilakukan di dalam misa. Anda tidak akan ikut komuni (Perjamuan Kudus), cukup duduk saja dan mendengarkan dengan baik. Dan, tidak ada yang akan peduli jika Anda tidak maju ke depan untuk menerima komuni (Roti Perjamuan). Gereja adalah terbuka untuk semua orang.
    • Berdoa. Menjadi orang baru di Gereja Katolik bukan berarti Anda belum bisa berdoa. Dan bukan juga berarti Allah tidak bisa mendengar Anda. Ambillah waktu untuk berlutut dan berdoa serta rasakan di dalam hati hubungan Anda dengan Tuhan. Kalau ini membuat hati Anda tenang atau membawa Anda ke perasaan damai yang mendalam, itu baik.
  3. Diresmikan oleh Gereja (Inisiasi)
    • Hubungi Paroki Gereja pilihan Anda. Untuk mengikuti katekisasi dalam jangka waktu tertentu bagi yang ingin menjadi Katolik, sebelum atau setelah misa, Anda bisa mendatangi kantor pengurus paroki gereja untuk bertanya tentang kapan waktu pendaftaran mengikuti kelas katekisasi umat baru, sehingga Anda dapat mendaftarkan diri dan meminta formulirnya. Anda akan menjadi seorang katekumen yaitu orang yang menerima bimbingan dan penyuluhan mengenai asas-asas ajaran agama Kristen dari seorang katekis sebagai langkah persiapan sebelum dibaptis. Katekisasi akan memberi Anda gambaran/kerangka apa saja yang harus dipelajari. Selain itu, Anda tetap boleh datang ke Misa secara reguler (duduk, mendengarkan sabda Tuhan dan berdoa).
    • Komunikasi dengan pastor atau diakon. Apabila ada kesempatan di luar waktu misa, Anda bisa bertemu dengan seorang Pastor, luangkan waktu Anda untuk bertanya dengannya. Anda bisa menyapanya dan memperkenalkan diri Anda. Biasanya Pastor berada di dalam kantor sekretariat paroki. Biasanya Pastor akan membantu Anda dan juga bertanya secara umum mengapa Anda ingin menjadi Katolik, ia juga akan bicara untuk memastikan bahwa niat Anda harus tulus dan Anda mengerti seperti apa keadaan menjadi orang Katolik itu. Jika Anda sudah siap, maka kelas katekisasi bisa dimulai.
    • Mulailah kelas pendidikan Katolikmu. Dalam katekisasi Anda akan belajar tentang sejarah gereja, Iman dan nilai-nilai Gereja Katolik, dan urutan perayaan Misa secara tepat. Di tingkat ini, banyak dari kelas-kelas itu yang akan membuat Anda hanya ikut sebagian dari Misa saja, pulang sebelum komuni, sebab Anda belum boleh menerima komuni sebelum menjadi bagian dari komunitas Gereja Katolik.
  4. Bergabung ke Dalam Gereja
    • Memulai periode pemurnian dan pencerahan. Anda sudah dianggap sebagai “calon terpilih.” Di sinilah waktu Anda bersiap-siap untuk mengikuti sakramen pembaptisan.
    • Jadilah Seorang Katolik sepenuhnya. Setelah sakramen pembaptisan (sebuah pengalaman yang benar-benar indah dan tak terlupakan), sekarang Anda adalah anggota Gereja Katolik yang diakui. Semua pelajaran dan kerja keras Anda berhasil dan sekarang Anda sudah bergabung di dalamnya. Selamat untuk Anda!
    • Mulailah masa pemantapan iman (Mistagogi). Inti masa pemantapan iman adalah membimbing para baptisan baru untuk lebih memahami makna sakramen-sakramen dan menghayatinya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Secara teknis, masa ini adalah proses seumur hidup di mana sesorang menjadi lebih dekat dengan Allah dan lebih mengakar ke dalam iman Katolik.

TIPS:

  • Jika Anda hanya ingin bertanya-tanya, tapi belum yakin bahwa Anda ingin masuk agama Katolik, Anda bisa datang kepada pastor, diakon atau anggota staf paroki untuk mendengar jawaban mereka. Mereka pastinya akan dengan senang hati membantu Anda.
  • Seperti biasa, gereja-gereja Katolik melakukan banyak kegiatan sosial, seperti memberi makanan pada tunawisma atau melayani di panti jompo dan panti asuhan. Ini biasanya yang paling sering dilakukan dalam kegiatan sosial Gereja dan cara yang ampuh untuk berkumpul bersama umat Katolik dengan sesama sambil beramal dalam masyarakat.
  • Mungkin Anda berpikir bahwa sebagian dari tradisi Katolik itu aneh atau sulit untuk dimengerti, tanyakanlah pada pastor mengenai hal itu atau ikutlah katekisasi.
  • Bagi umat yang pindah agama: Jika Anda sudah pernah dibaptis sebelumnya dalam gereja lain bentuk Tritunggal “Dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”, pembaptisan Anda tetap berlaku dan Anda harus tetap mengikuti kelas katekisasi. Jika Anda belum pernah dibaptis, atau baptisan Anda yang sebelumnya tidak dalam bentuk Tritunggal, maka Anda perlu untuk mengikuti kelas katekisasi dan dibaptis di Gereja Katolik.
  • Di dalam buku Misa terdapat panduan urutan acara Misa dengan bagian perkataan untuk umat, dan waktu-waktu di mana kita harus duduk, berdiri, atau berlutut.
  • Berdoalah setiap hari. Tentunya Anda ingin agar Allah merasa senang dan diterima.
  • Gereja Katolik sering digambarkan sebagai gereja dengan peraturan yang ketat, teratur dan sangat formal. Setelah Anda datang beberapa kali Misa dan berteman dengan umat Katolik, Anda akan merasa bahwa semua itu adalah hanya sebuah tradisi ibadah umat Katolik.
  • Katekisasi Katolik untuk Anak, Remaja dan Dewasa adalah pengenalan yang bagus akan doktrin dan doa-doa dari gereja.

Kelas katekisasi tidak dimaksudkan untuk mengajarkan segalanya tentang iman Katolik – tetapi untuk menunjukkan sedikit demi sedikit mengenai dasar iman Katolik, dengan harapan akan menumbuhkan rasa ingin tahu kita. Perjalanan iman kita akan terus berlanjut dan akan sangat dinamis. Meskipun Anda sudah selesai dengan kelas katekisasi, bukan berarti pelajaran Anda tentang iman Katolik sudah selesai, melainkan banyak hal yang dapat Anda renungkan dan pelajari dalam penerapannya pada kehidupan sehari-hari melalui iman Anda yang ditunjukkan dalam perbuatan-perbuatan baik dan dengan otomatis dapat menyempurnakan iman Anda kepada Tuhan.

PERINGATAN:

  1. Jika Anda belum menjadi anggota Gereja Katolik, belum mengikuti kelas katekisasi dan dibaptis; atau belum menjadi komuni penuh Gereja Katolik yaitu bagi yang telah dibaptis dari sejak bayi tetapi belum mengikuti komuni pertama, maka Anda tidak diperbolehkan menerima komuni (Ekaristi). Tidak akan ada hukuman terhadap pelanggarannya, tapi Gereja berharap Anda bisa menghormati tradisi. Umat Katolik percaya bahwa Ekaristi adalah tubuh dan darah Kristus yang sebenarnya, bukan lagi roti dan anggur. Ingat bahwa Paulus mengatakan, “Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.” (1 Korintus 11: 27,29). Singkat cerita, dosa yang dihasilkan itu mematikan (sangat besar), dan menghindari dosa-dosa besar itu penting sembari menunggu untuk menjadi seorang Katolik.
  2. Bagi mereka yang belum menerima komuni pertama boleh berdiri dan mengantri sampai ke depan altar, tetapi sesampainya di altar mereka harus menyilangkan tangan di dada dengan telapak tangan menyentuh bahu. Ini menandakan pada Pastor bahwa mereka hanya ingin diberkati saja (hanya pastor yang berwenang untuk memberkati saat komuni; dalam hal ini, bila Anda belum memenuhi syarat untuk ikut komuni, Anda boleh tetap duduk saja.
  3. Terlebih dari itu semua, janganlah pernah masuk suatu agama demi orang lain. Lakukanlah itu hanya jika itu memang sesuatu yang benar-benar Anda yakini.
  4. Gereja Katolik adalah lembaga yang sudah berdiri selama ribuan tahun; maka dari itu, Gereja mempunyai banyak ritual dan tradisi. Kalau Anda belum yakin bahwa Anda mau menjadi bagian dari lembaga ini, tahan dulu langkah Anda sampai Anda benar-benar yakin dan percaya.
  5. Terdapat banyak kesalahpahaman tentang Gereja yang mungkin membuat Anda langsung membuang muka tanpa mempelajari terlebih dahulu secara detail. Carilah teman yang mengerti dan tentunya yang beragama Katolik, kemungkinan ia akan memberikan Anda penjelasan. Selain itu, di situs-situs seperti Catholic Answers, terdapat banyak artikel dan forum-forum untuk semua pertanyaan Anda.

-sumber: id.wikihow.com-“cara menjadi orang katolik.”