Bid’ah/Bidaah/Bidat:
Ajaran sesat atau Aliran sesat, Heresi menurut Oxford English Dictionary, adalah “pandangan atau doktrin teologis atau keagamaan yang dianggap berlawanan atau bertentangan dengan keyakinan, atau sistem keagamaan manapun, yang dianggap ortodoks atau ajaran yang benar. Dalam pengertian ini, ajaran sesat adalah pandangan atau doktrin dalam filsafat, politik, ilmu, seni, dll., yang berbeda dengan apa yang umumnya diakui sebagai yang berwibawa.”
- Nestorianisme:
Ajaran yang mengajarkan bahwa Yesus eksis sebagai dua pribadi, yakni sebagai manusia Yesus dan sebagai Putera Allah (Logos), bukannya sebagai satu pribadi yang manunggal. - Arianisme:
Ajaran yang mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah yang diperanakkan oleh Allah Bapa pada suatu ketika, berbeda dari Sang Bapa, dan oleh karena itu lebih rendah derajatnya daripada Sang Bapa. (Doktrin Arius) - Monofisitisme:
Ajaran yang mengatakan bahwa Yesus Kristus hanya memiliki satu kodrat, yaitu kodrat ilahi, karena kodrat kemanusiaan-Nya telah terserap dalam keilahian-Nya. - Ebionisme:
Ajaran yang mengatakan bahwa Yesus hanyalah anak Maria dan Yusuf, yang pada waktu pembaptisan diangkat menjadi Putera Allah dan dipersatukan dengan ‘Kristus Abadi’, yang lebih tinggi dari malaikat agung, tetapi Yesus bukan Allah. Menurut paham ini, Kristus telah menjelma beberapa kali di dalam diri tokoh-tokoh seperti Adam. Hal ini menyebabkan pandangan mereka tentang Yesus hanyalah sebatas guru dan bukan penyelamat. - Monotelitisme:
Ajaran yang mengatakan bahwa Yesus Kristus hanya memiliki satu kehendak saja, yaitu “Kehendak Ilahi”. Doktrin ini dipelopori oleh hasil pembicaraan para pemimpin Monofisit dengan Kaisar Bizantin, Heraclius, yang diterima oleh Sergius, Uskup Agung dari Yerusalem. Lalu Sergius menerbitkan tulisan “Ecthesis” (Uraian Tentang Iman) pada tahun 638. Tulisan ini melarang perdebatan mengenai satu atau dua daya, tetapi tulisan ini menegaskan “satu-satunya kehendak dari Tuhan kita Yesus Kristus”. - Apolinarianisme:
Ajaran yang mengatakan bahwa Yesus mempunyai tubuh sebagai manusia tetapi tidak memiliki roh dan jiwa rasional. Pada diri Yesus adalah pikiran Ilahi. Apolinarianisme merupakan suatu usaha untuk membela keilahian Kristus tetapi mengorbankan sisi kemanusiaan Kristus. - Eutikian:
Ajaran yang mengatakan Kemanusiaan Yesus telah terserap oleh keilahian-Nya, yang sudah dibidahkan dalam Konsili Efesus I pada tahun 431. - Modalisme: Modalisme: Allah memanifestasikan diri-Nya sendiri ke dalam manusia Kristus Yesus yang diperanakkan untuk wafat di salib. Ajaran ini sudah dibidahkan dalam Konsili Nikea I pada tahun 325.
- Triteisme: Yesus Kristus adalah Allah Yang Mahakuasa, tetapi Bapa, Putra, dan Roh Kudus sebenarnya adalah tiga “Allah” berbeda yang mahakuasa dengan kodrat berbeda.
- Binitarianisme: Roh Kudus bukan suatu pribadi. Allah hanya dua pribadi yang setara dan sama kekalnya, yaitu Bapa dan Firman.
- Marsionisme: Ada dua Tuhan, satu yang mencipta dan menghakimi, serta satu yang menebus dan berbelas kasih.
- Doketisme: Yesus hanya tampaknya menjadi manusia dan hanya terlihat untuk mati.
- Adopsionisme: Yesus menjadi ilahi saat Ia dibaptis (terkadang dikaitkan dengan Injil Markus) atau saat Ia bangkit (terkadang dikaitkan dengan Santo Paulus dan Gembala Hermas).
- Psilantropisme: Menolak pandangan kelahiran perawan, dan menganggap Yesus hanya seorang nabi.
- Sosinianisme: Yesus, kendati sempurna dan tanpa dosa, serta adalah Mesias dan Penebus, hanya merupakan manusia (Putra Allah yang sempurna), dan tidak memiliki eksistensi pra-manusia sebelum kelahiran dari perawan.
- Unitarianisme: Yesus sebagai Putra Allah, subordinasi dan berbeda dari Bapa. Ajaran unitarian menekankan ketunggalan Allah. Dalam hal pengajaran dan ibadah, ajaran ini tidak menaikkan doa kepada Kristus Yesus. Roh Kudus pun ditolak atau tidak diakui sama sekali. Yang menjadi penekanan juga pada ajaran Unitarianisme ini adalah kebebasan manusia dan kebaikan Allah. Unitarian adalah ajaran Monoteisme yang kuat. Ajaran ini mengakui adanya Allah, namun bagi Kristus tidak diakui sebagi Tuhan. Bagi pengikut Unitarianisme, Yesus hanyalah orang besar, seorang nabi Allah atau bisa juga disebut sebagai manusia ajaib yang mampu melakukan mujizat. Ajaran ini menyerupai Arianisme.
- Gnostik/Gnostisisme: Kristus adalah Aeon (makhluk) surgawi kendati tidak satu dengan Bapa. Gerakan ini mencampurkan berbagai ajaran agama, yang biasanya pada intinya mengajarkan bahwa manusia pada dasarnya adalah jiwa yang terperangkap di dalam alam semesta yang diciptakan oleh tuhan yang tidak sempurna.
- Dualisme: Konsep filsafat yang menyatakan ada dua substansi. Dalam pandangan tentang hubungan antara jiwa dan raga, dualisme mengklaim bahwa fenomena mental adalah entitas non-fisik. Gagasan tentang dualisme jiwa dan raga berasal setidaknya sejak zaman Plato dan Aristoteles, berhubungan dengan spekulasi tentang eksistensi jiwa yang terkait dengan kecerdasan dan kebijakan. Plato dan Aristoteles berpendapat dengan alasan berbeda, bahwa “kecerdasan” seseorang (bagian dari budi atau jiwa) tidak bisa diidentifikasi atau dijelaskan dengan fisik.
- Kristadelfian: Yesus Kristus secara harfiah adalah putra Allah. Bapa, dan Yesus adalah seorang manusia dalam arti sebenarnya (dan perlu demikian agar dapat menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka). Terminologi “roh kudus” di dalam Alkitab dijelaskan sebagai sebutan untuk kuasa Allah, atau karakter/pikiran Allah (tergantung pada konteksnya).
- Mormonisme: Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah hakikat berbeda yang tidak disatukan dalam substansi, suatu pandangan yang kadang-kadang disebut trinitarianisme sosial. Jemaat gereja ini meyakini bahwa ketiga Tuhan individual itu adalah “satu” dalam kehendak atau tujuan, sebagaimana Yesus adalah “satu” dengan para murid-Nya, dan bahwa Bapa, Putra, Roh Kudus merupakan suatu Ketuhanan tunggal atau suatu Sidang Ilahi, serta dipersatukan dalam tujuan, dalam cara, dalam kesaksian, dalam misi. Karena keyakinan resmi mereka mengatakan bahwa Bapa, Putra, dan Roh, masing-masing adalah “Allah” dalam satu Ketuhanan, Mormonisme dikatakan menganut suatu bentuk triteisme. Beberapa kalangan menganggap Mormonisme sebagai suatu bentuk Arianisme. Sama seperti Arianisme, kaum Mormon percaya bahwa Allah menciptakan Kristus, bahwa Kristus adalah subordinasi Allah Bapa, dan bahwa Kristus menciptakan alam semesta. Namun, doktrin Mormon berbeda signifikan dari ajaran-ajaran Arius. Kaum Mormon tidak menganut gagasan bahwa Kristus tidak sama substansinya dengan Bapa, bahwa Bapa tidak dapat muncul di bumi, ataupun bahwa Kristus diadopsi oleh Bapa, sebagaimana didapati dalam Arianisme.
- Pentakostalisme Keesaan: Pentakostalisme yang meyakini bahwa Allah hanya satu pribadi, dan ia memanifestasikan diri-Nya dalam berbagai cara, wajah, ataupun “mode”: “Bapa, Putra, dan Roh Kudus merupakan sebutan-sebutan yang berbeda untuk satu Allah. Allah adalah Bapa. Allah adalah Roh Kudus. Putra adalah Allah yang terwujud dalam daging (manusia). Istilah Putra selalu mengacu pada Inkarnasi, dan tidak pernah pada Tuhan yang terpisah dari kemanusiaan.” Pentakostalisme Keesaan meyakini bahwa Yesus adalah “Putra” hanya ketika Ia menjadi daging di bumi, tetapi Ia adalah Bapa sebelum menjadi manusia. Mereka menyebut Bapa sebagai “Roh” dan Putra sebagai “Daging”.
- Sabatarian (Armstrongisme): Kristus Putra dan Allah Bapa sama kekalnya, tetapi tidak mengajarkan kalau Roh Kudus adalah suatu hakikat ataupun pribadi. Kalangan Kristen arus utama mengkarakterisasi ajaran ini sebagai bidah Binitarianisme, ajaran bahwa Allah adalah suatu “Dualitas”, atau “dua-dalam-satu”, bukan tiga. Teologi Armstrong menyatakan bahwa Allah adalah suatu “Keluarga”, yang akhirnya diperluas, bahwa “Allah mereproduksi Dirinya sendiri”, tetapi pada awalnya adalah suatu “Dualitas” yang sama kekalnya, Allah dan Firman.
- Swedenborgianisme: Bapa, hakikat atau jiwa Allah, lahir ke dalam dunia dan mengenakan tubuh dari Maria. Sepanjang hidup-Nya, Yesus menyingkirkan semua kecenderungan dan hasrat manusia sampai Ia sepenuhnya ilahi. Setelah bangkit, Ia memberikan pengaruh-Nya pada dunia melalui Roh Kudus, yang adalah aktivitas-Nya. Dengan demikian Yesus Kristus adalah satu Allah; Bapa sebagai jiwa-Nya, Putra sebagai tubuh-Nya, dan Roh Kudus sebagai aktivitas-Nya di dalam dunia ini.