Babisme:
Babisme adalah gerakan keagamaan yang berkembang di Persia pada tahun 1844-1852, kemudian lama kelamaan masuk di dalam pengasingan di Kekaisaran Ottoman. Pendirinya adalah Siyyid `Alí Muhammad Shírází dari Shiraz yang diambil dari sebuah istilah teologis Syiah. Tidak seperti gerakan mesianik Islam, gerakan Babiisme ingin berbeda dengan Islam dan berusaha untuk memulai sebuah sistem keagamaan yang baru. Dalam Islam Syiah ada kelompok besar yang dikenal sebagai Twelvers yang menganggap Imam Keduabelas sebagai yang terakhir dari semua Imam yang ada. Mereka berpendapat bahwa Imam kedua belas pergi ke penyembunyian pada tahun 874 M. Pada tahun 940 M, terjadi pengklaiman bahwa Imam yang bersembunyi telah pergi menjadi tak terbatas dan bahwa ia akan berhenti untuk berkomunikasi dengan orang-orang. Menurut kepercayaan Imamiyah, Imam Tersembunyi hidup di dunia, tetapi menyembunyikan diri dari musuh-musuhnya, dan bahwa ia hanya akan muncul sesaat sebelum hari kiamat. Pada saat itu, Imam Tersembunyi akan memulai perang suci melawan kejahatan dan akan mengalahkan orang-orang kafir serta akan memulai pemerintahan keadilan.
Babiyyah berasal dari kata “bab” yang berarti “pintu”. Dalam teologi Syiah, kata itu digunakan dalam arti ‘perantara’, yaitu antara umat dan Imam Mahdi yang diyakini gaib.
Baha’i:
Bahá’í (bahasa Arab: ﺑﻬﺎﺋﻴﺔ ; Baha’iyyah) adalah agama monoteistik yang menekankan pada kesatuan spiritual bagi seluruh umat manusia. Agama Bahá’í lahir di Persia (sekarang Iran) pada tahun 1863. Pendirinya bernama Mírzá Ḥusayn-`Alí Núrí yang bergelar Bahá’u’lláh (kemuliaan Tuhan, kemuliaan Alláh). Bahá’í awalnya berkembang secara terbatas di Persia dan beberapa daerah lain di Timur Tengah yang pada saat itu merupakan wilayah kekuasaan Turki Usmani. Sejak awal kemunculannya, komunitas Bahá’í Timur Tengah khususnya di Persia menghadapi persekusi dan diskriminasi yang berkelanjutan. Pada awal abad kedua puluh satu, penganutnya mencapai lima hingga delapan juta jiwa yang berdiam di lebih dari dua ratus negara dan teritori di seluruh dunia.
Dalam ajaran Bahá’í, sejarah keagamaan dipandang sebagai suatu proses pendidikan bagi umat manusia melalui para utusan Tuhan yang disebut para “Perwujudan Tuhan”. Bahá’u’lláh dianggap sebagai Perwujudan Tuhan yang terbaru. Dia mengaku sebagai pendidik Ilahi yang telah dijanjikan bagi semua umat dan yang dinubuatkan dalam agama Kristen, Islam, Buddha, dan agama-agama lainnya. Dia menyatakan bahwa misinya adalah untuk meletakkan fondasi bagi persatuan seluruh dunia, serta memulai suatu zaman perdamaian dan keadilan, yang dipercayai umat Bahá’í pasti akan datang.
Yang menjadi dasar ajaran Bahá’í adalah asas-asas keesaan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan umat manusia. Pengaruh dari asas-asas hakiki ini dapat dilihat pada semua ajaran kerohanian dan sosial lainnya dalam agama Bahá’í. Misalnya, orang-orang Bahá’í tidak menganggap “persatuan” sebagai suatu tujuan akhir yang hanya akan dicapai setelah banyak masalah lainnya diselesaikan lebih dahulu, tetapi sebaliknya mereka memandang persatuan sebagai langkah pertama untuk memecahkan masalah-masalah itu. Hal ini tampak dalam ajaran sosial Bahá’í yang menganjurkan agar semua masalah masyarakat diselesaikan melalui proses musyawarah. Sebagaimana dinyatakan Bahá’u’lláh: “Begitu kuatnya cahaya persatuan, sehingga dapat menerangi seluruh bumi.” Iman Baha’i adalah agama Abrahamik.
Mandean:
Sabean Mandean atau Sabi’in adalah agama yang terdapat di Irak dan Iran. Golongan lainnya adalah Sabean Harran yang terdapat di Yordania. Pengikut ini menganggap Nabi Yahya bin Nabi Zakaria (Yohanes Pembaptis) sebagai nabi mereka. Agama juga menyembah kepada bulan dan bintang-bintang.
Yahudi Mizrahi:
Yahudi Mizrahi atau dalam bentuk jamak, Mizrahim (bahasa Ibrani: מזרחים, Mizrakhim dari bentuk tunggal: Mizrakh, juga disebut sebagai Adot HaMizrach (עֲדוֹת – הַמִּזְרָח), ʿAdot(h) Ha(m)Mizraḥ; Masyarakat Timur, Ibrani Mizrahi; bahasa Inggris: Mizrahi Jews, Communities of the East, Mizrahi Hebrew; Mashriq dalam bahasa Arab, maupun Mizrakh dalam bahasa Ibrani, sama-sama berarti “Timur”; akhiran “-him” menunjukkan bentuk plural/jamak) adalah komunitas orang Yahudi yang merupakan keturunan dari orang-orang Yahudi pada era Babilonia di Asia Barat, Timur Tengah, dan Kaukasus. Jadi istilah “Mizrahim” atau “orang dari timur” yang dimaksud adalah orang Yahudi yang pada zaman dahulu bermigrasi/tinggal di daerah bagian timur Israel (seperti negara yang ada di Timur Tengah, Afrika Utara, Asia bagian Tengah, India, dan sebagian kecil di Asia Timur, yang masih mempunyai hubungan darah atau keturunan Yahudi sampai sekarang.
Saat ini, istilah Mizrahi juga digunakan di Israel dalam bahasa politik, media dan ilmuwan sosial untuk menyebut orang-orang Yahudi dari daerah-daerah geografis yang diperintah oleh orang Arab atau negara-negara dengan mayoritas Muslim di sekitar Israel. Ini termasuk keturunan Yahudi Babilonia dari Irak modern, Suriah, Bahrain, Azerbaijan, Iran, India, Uzbekistan, daerah-daerah Kurdi serta orang Yahudi dari Afghanistan dan Pakistan. Yahudi Yaman dan Georgia biasanya juga dimasukkan ke dalam kelompok Yahudi Mizrahi. Ada yang memperluas definisi Mizrahim meliputi Yahudi Maghrebi dan Sefardim, meskipun kedua komunitas ini memiliki latar belakang sejarah yang berbeda. Selain itu, beberapa bahkan mereklasifikasi seluruh masyarakat Yahudi Israel sebagai “Mizrahi” dibandingkan dengan orang-orang Yahudi Eropa Barat dan Amerika.
Meskipun persebarannya heterogen, Yahudi Mizrahi umumnya mempraktikkan ritual yang sama atau mirip dengan Yudaisme Sefardim tradisional, meskipun ada beberapa perbedaan dalam sejumlah minhagim (=kebiasaan) di antara masyarakat-masyarakat tertentu. Akibatnya terjadi kerancuan istilah, terutama di Israel, dan dalam penggunaan agamawi, di mana istilah “Sefardi” digunakan dalam arti luas untuk memasukkan “Yahudi Mizrahi” dan “Yahudi Maghrebi” serta kelompok Sefardim itu sendiri. Memang, dari sudut pandang rabbinat Israel resmi, setiap rabbi asal Mizrahi di Israel berada di bawah yurisdiksi “Kepala Rabbi Sefardi Israel”. Sekarang kelompok (=ritus) Sefardim meliputi lebih dari setengah populasi Yahudi Israel, dan Yahudi Mizrahi adalah bagian terbesarnya. Sebelum imigrasi massal 1.000.000 orang dari Uni Soviet (sebagian besar dari kelompok (=ritus) Ashkenazi), kelompok Sefardim meliputi lebih dari 70% dari populasi Yahudi Israel.
Sikhisme:
Sikhisme (bahasa Punjabi: ਸਿੱਖੀ) adalah salah satu agama terbesar di dunia. Agama ini berkembang terutamanya pada abad ke-16 dan 17 di India. Kata Sikhisme berasal dari kata Sikh, yang berarti “murid” atau “pelajar”.
Kepercayaan-kepercayaan utama dalam Sikhisme adalah: Percaya dalam satu Tuhan yang pantheistik. [Panteisme atau pantheisme (Yunani: πάν ( ‘pan’ ) = semua dan θεός ( ‘theos’ ) = Tuhan) secara harafiah artinya adalah “Tuhan adalah Semuanya” dan “Semua adalah Tuhan”. Ini merupakan sebuah pendapat bahwa segala barang merupakan Tuhan abstrak imanen yang mencakup semuanya; atau bahwa Alam Semesta, atau alam, dan Tuhan adalah sama. Definisi yang lebih mendetail cenderung menekankan gagasan bahwa hukum kodrat, Keadaan, dan Alam Semesta (jumlah total dari semuanya adalah dan akan selalu) diwakili atau dipersonifikasikan dalam prinsip teologis ‘Tuhan’ atau ‘Dewa’ yang abstrak.
Kalimat pembuka dalam naskah-naskah Sikh hanya sepanjang dua kata, dan mencerminkan kepercayaan dasar seluruh umat yang taat pada ajaran-ajaran dalam Sikhisme: Ek Onkar (Satu Tuhan).
Ajaran Sepuluh Guru Sikh (serta para cendekiawan Muslim dan Hindu yang diterima) dapat ditemukan dalam Guru Granth Sahib.
Sikhisme dipengaruhi pergerakan perubahan dalam agama Hindu (misalnya Bhakti, monisme, metafisika Weda, guru ideal, dan bhajan) serta Islam Sufi. Agama ini berangkat dari adat-adat sosial dan struktur dalam agama Hindu dan Islam (contohnya sistem kasta dan purdah). Filsafat dalam Sikhisme bercirikan logika, keseluruhan (bersifat komprehensif), dan pendekatan yang sederhana terhadap masalah-masalah spiritual maupun material. Teologinya penuh kesederhanaan. Dalam etika Sikh, tidak ada konflik antara tugas pribadi terhadap diri sendiri dengan masyarakat.
Sikhisme berasal dari daerah Punjab di India, tetapi kini pengikutnya juga dapat ditemukan di berbagai penjuru dunia yang mempunyai komunitas India. Di Asia Tenggara, umat Sikh banyak ditemukan di Malaysia dan Singapura. Umat Sikh dapat dikenali melalui namanya yang kebanyakan diakhiri Singh untuk pria dan Kaur untuk wanita.
-sumber: Wikipedia.