Perbedaan Protestan dan Katolik

Protestan:Katolik:
Luther: Menolak doktrin Katolik dan Ortodoks mengenai pewarisan apostolik, menentang otoritas dan jabatan kepausan.Berpegang teguh menjalani tradisi suci apostolik, yaitu dari Tahta Suci St.Petrus.; Kepausan adalah melanjutkan warisan karya kerasulan.
Luther: Menentang sakerdotalisme dengan memandang semua orang Kristen sebagai imam yang kudus. (Sakerdotalisme: kepercayaan di beberapa gereja Kristen bahwa pendeta dimaksudkan sebagai mediator antara Tuhan dan umat manusia). Ordinatio Sacerdotalis (Pentahbisan imam dalam Sakramen Imamat) adalah hanya tersedia bagi pria saja” dan “Gereja tidak memiliki kuasa apapun untuk menganugerahi pentahbisan imam kepada wanita.” [Surat apostolik Paus Yohanes Paulus II, 22 Mei 1994].
-Pelaksanaan pelayanan pengampunan dosa itu dipercayakan Kristus kepada para pelayan apostolik (2 Korintus 5:18), yaitu para imam (KGK 1442). Sehingga dalam pelayanan sakramen ini, seorang imam mempergunakan kuasa imamat yang dimilikinya dan ia bertindak atas nama Kristus (In persona Christi).
-Gereja mengakui bahwa Roh Kudus dapat menggunakan komunitas-komunitas Kristiani lainnya untuk membawa orang menuju keselamatan.
-Gereja percaya bahwa dipanggil oleh Roh Kudus untuk mengupayakan kesatuan antar segenap umat Kristiani, sebuah gerakan yang dikenal sebagai ekumenisme (seluruh dunia).
Doa syafaat adalah saat manusia berdoa atas nama orang lain. Kadang jemaat sering menyebutnya sebagai ‘mendoakan orang lain’ termasuk di dalamnya mendoakan bangsa dan negara, mendoakan orang-orang yang kelaparan ditempat lain/negara lain, mendoakan umat beragama lain. Atau bisa juga dengan mengangkat topik khusus seperti: berdoa untuk orang orang yang sedang berjuang menghadapi sakit kanker, atau bagi mereka yang baru saja ditinggalkan orang yang dikasihinya, dan seterusnya. Protestan berdoa tanpa dimulai dengan Tanda Salib.TANDA SALIB, Syahadat Para Rasul, DOA KEMULIAAN, DOA SALAM MARIA, DOA MALAIKAT TUHAN, DOA RATU SURGA, KIDUNG ZAKHARIA, KIDUNG MARIA, KIDUNG SIMEON, TERPUJILAH, DOA IMAN, DOA HARAPAN, DOA KASIH, DOA TOBAT, DOA SYUKUR ATAS PENGAMPUNAN, MADAH “ALLAH TUHAN KAMI”, Doa Pribadi; Doa untuk Keluarga;
Doa untuk Jemaat; Doa untuk Masyarakat; Doa ‘Jadikanlah aku pembawa damai’. DOA MASA ADVEN, DOA MASA NATAL, DOA MASA PRA-PASKAH, DOA MASA PASKAH, DOA-DOA DEVOSI KEPADA YESUS KRISTUS, DOA NOVENA ROH KUDUS, DOA LITANI AGUNG.
Protestan menolak konsep tentang “pemurnian” jiwa, kemungkinan ditolak secara eksplisit dalam tradisi-tradisi keimanan lutheran. Protestan tidak mendaraskan doa untuk orang-orang yang telah meninggal. “Purgatorium”, tetapi disebut “pemurnian akhir” atau “theosis akhir”; Gereja katolik meyakini kemungkinan adanya suatu perubahan situasi bagi jiwa-jiwa dari mereka yang telah meninggal dunia melalui doa-doa yang didaraskan oleh mereka yang masih hidup di dunia ini dan kurban persembahan dalam Liturgi Ilahi. 
Setelah mati, hanya ada dua pilihan: bersatu dengan Allah (surga) atau terpisah dengan Allah (neraka) secara abadi. Seseorang meninggal;
1. Dalam keadaan suci (tidak dalam keadaan berdosa berat), dalam keadaan mau menerima Tuhan, ketika dia mati layak masuk sorga.;
2. Dalam keadaan menerima Tuhan, tetapi mempunyai dosa-dosa yang sudah diampuni, tetapi jiwanya masih belum disempurnakan, untuk menyempurnakan gereja katolik yakin ada masa disucikan yang bernama Purgatorium;
3. Dalam keadaan menolak Tuhan, tidak mau bertobat, masuk neraka.